.widget.ContactForm { display: none; } Hetalia: Axis Powers - Iceland

Jumat, 05 Agustus 2016

TALKING TO THE MOON


Talking to the moon.. trying o get to you..
            Siapa yang ga kenal penggalan lirik lagu yang satu ini, milik penyanyi terkenal Bruno Mars, aku baru menyadari tepat pada bait tersebut bahwa ternyata lagu milik Bruno Mars ini membawaku bernostalgia pada kenangan yang sangat menyakitkan persis yang di gambarkan liriknya. Ibarat ngomong sama bulan ya ga bakalan pernah dibalas orang dia ga bisa ngomong.
“sebenarnya..”
“gue..”
            Tak seperti yang lainnya aku merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhku. darah berdesir melajukan kecepatannya tanpa henti, bisa kurasakan betapa jantungku ingin berteriak tak sanggup memompa setiap aliran darah yang mengalir dalam tubuhku, tak kusangga getarannya bak gempa bumi menggungcang tubuh mungilku. Aku teridam mematung berusaha mengontrol tubuh ku agar tetap sadarkan diri, menunggu sebuah nama keluar dari mulutnya, entah kenapa begitu lama jantung ku sudah tak dapat dikendalikan apakah aku harus menunggunya hingga jantungku berhenti berdetak karena kelelahan?
 “iya ngomong aja! Tenang ga bakalan kita sebarin kok” serbu yang lainnya antusias. ya.. layaknya tokoh utama dalam sebuh cerita ia kini menjadi santapan empuk para hewan buas yang kelaparan dengan tatapan tajam tertuju padanya menunggu mangsa itu lengah dan siap menerkam
“Gue suka sama Viska”
            Waktu seakan terhenti, padanganku kosong meski mata ku tak pernah lepas darinya. Dadaku sesak hingga tak bisa bernafas, tubuhku terhempas dari batu karang melewati lembah mendaki gunung dan tebingnya yang curam seperti ninja Hatori, tinkerbell menaburi bubuk ajaibnya hingga aku terbang kelangit ketujuh tanpa sadar bubuk ajaib itu habis dan aku terjatuh hingga kedasar laut. Dguaaarr! Aku kembali pada dunia nyata. Yang lain tampak tertawa bahagia sebagian lain tampak biasa saja sedangkan aku masih dalam duniaku hingga mentari tak menampakkan sinarnya, ia kembali mengusik ketenangan malam, menjelang pagi nama itu masih menggema dalam benakku.
“I know you’re somewhere out there.. somewhere far away.. I want you back, I want you back..” suaranya terdengar medu ketika melantunkan bait perbait dari setiap lirik lagu milik bang Bruno, seolah ia ingin mengumumkan kepada seluruh dunia apa yang ia rasakan saat ini, tak jarang ku perhatikan ia memejamkan matanya ketika bersenandung menandakan bahwa ia sangat mengahayati makna dari lirik tersebut. kini mata nya tertuju pada seseorang, ya aku tau persis orangnya. Dia perempuan bernama Viska, ia pun menyadari tatapan itu dengan memalingkan pandangannya menunduk tak berdaya membalas tatapan menyedihkan milik lelaki bertubuh cungkring itu.
“In hope you’re on the other side, talking to me too..” aku pun ikut bersenandung bersamanya dengan nada yang sangat pelan bahkan jangkrik pun tak bisa mendengar suaraku.
“or am I a fool who sits alone talking to the moon..” ia pun menyudahi petunjukannya yang kemudian disambut dengan tepuk  tangan meriah seisi kelas, Bu Sally guru penguji tugas akhir semester seni dan budaya ikut terharu hingga standing uplous. Dengan tampang nanar ia kembali duduk pada bangku yang merindukan kedatangannya.
“know you’re somewhere out there.. somewhere far away..” tutup Bruno Mars pada bait lagu terakhirnya. Aku mendapati ruangan 3x4 meter beratapkan langi langit putih, seorang perempuan bertubuh gembul menyilang sikunya sambil menatapku penuh tanya.
“Buruaan! Ini waktunya bersih-bersih!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar