Talking to the moon.. trying o get to you..
Siapa
yang ga kenal penggalan lirik lagu yang satu ini, milik penyanyi terkenal Bruno
Mars, aku baru menyadari tepat pada bait tersebut bahwa ternyata lagu milik
Bruno Mars ini membawaku bernostalgia pada kenangan yang sangat menyakitkan
persis yang di gambarkan liriknya. Ibarat ngomong sama bulan ya ga bakalan
pernah dibalas orang dia ga bisa ngomong.
“sebenarnya..”
“gue..”
Tak
seperti yang lainnya aku merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhku. darah
berdesir melajukan kecepatannya tanpa henti, bisa kurasakan betapa jantungku
ingin berteriak tak sanggup memompa setiap aliran darah yang mengalir dalam
tubuhku, tak kusangga getarannya bak gempa bumi menggungcang tubuh mungilku.
Aku teridam mematung berusaha mengontrol tubuh ku agar tetap sadarkan diri,
menunggu sebuah nama keluar dari mulutnya, entah kenapa begitu lama jantung ku
sudah tak dapat dikendalikan apakah aku harus menunggunya hingga jantungku
berhenti berdetak karena kelelahan?
“iya ngomong
aja! Tenang ga bakalan kita sebarin kok” serbu yang lainnya antusias. ya..
layaknya tokoh utama dalam sebuh cerita ia kini menjadi santapan empuk para
hewan buas yang kelaparan dengan tatapan tajam tertuju padanya menunggu mangsa
itu lengah dan siap menerkam
“Gue suka sama Viska”
Waktu
seakan terhenti, padanganku kosong meski mata ku tak pernah lepas darinya.
Dadaku sesak hingga tak bisa bernafas, tubuhku terhempas dari batu karang
melewati lembah mendaki gunung dan tebingnya yang curam seperti ninja Hatori,
tinkerbell menaburi bubuk ajaibnya hingga aku terbang kelangit ketujuh tanpa
sadar bubuk ajaib itu habis dan aku terjatuh hingga kedasar laut. Dguaaarr! Aku
kembali pada dunia nyata. Yang lain tampak tertawa bahagia sebagian lain tampak
biasa saja sedangkan aku masih dalam duniaku hingga mentari tak menampakkan
sinarnya, ia kembali mengusik ketenangan malam, menjelang pagi nama itu masih
menggema dalam benakku.
“I know you’re somewhere out there.. somewhere far
away.. I want you back, I want you back..” suaranya terdengar medu ketika
melantunkan bait perbait dari setiap lirik lagu milik bang Bruno, seolah ia
ingin mengumumkan kepada seluruh dunia apa yang ia rasakan saat ini, tak jarang
ku perhatikan ia memejamkan matanya ketika bersenandung menandakan bahwa ia
sangat mengahayati makna dari lirik tersebut. kini mata nya tertuju pada
seseorang, ya aku tau persis orangnya. Dia perempuan bernama Viska, ia pun
menyadari tatapan itu dengan memalingkan pandangannya menunduk tak berdaya
membalas tatapan menyedihkan milik lelaki bertubuh cungkring itu.
“In hope you’re on the other side, talking to me
too..” aku pun ikut bersenandung bersamanya dengan nada yang sangat pelan
bahkan jangkrik pun tak bisa mendengar suaraku.
“or am I a fool who sits alone talking to the
moon..” ia pun menyudahi petunjukannya yang kemudian disambut dengan tepuk tangan meriah seisi kelas, Bu Sally guru penguji
tugas akhir semester seni dan budaya ikut terharu hingga standing uplous. Dengan tampang nanar ia kembali duduk pada bangku
yang merindukan kedatangannya.
“know you’re somewhere out there.. somewhere far
away..” tutup Bruno Mars pada bait lagu terakhirnya. Aku mendapati ruangan 3x4
meter beratapkan langi langit putih, seorang perempuan bertubuh gembul
menyilang sikunya sambil menatapku penuh tanya.
“Buruaan! Ini waktunya bersih-bersih!”




Tidak ada komentar:
Posting Komentar