Dia..
Bagaikan melodi berirama sendu
Tak jarang terdengar begitu merdu
Bak semilir angin menyentuh kalbu
Melelehkan hati nan beku
Ia keluar Membakar semangat para
pemburu
Ketika tak satupun enggan menyeru
Mengharumkan nama pelosok penjuru
Menumbuhkan bunga bak pupuk
dengan Ilmu
Dia..
Tak semua tahu
Hadirnya memacu mentari bersinar
terang
Tak semua tahu
Hadirnya membawa kegelapan malam
Membutakan malam yang melupakan
bintang
Menghilangkan seberkas cahaya dalam
hati yang tenang
Menusuknya bagai sembilu nan
tajam
Menorehkan luka pada hati yang
diam
Dia..
Tak semua tahu
Dalam sekejap kini berubah
layaknya binatang buas
Siap menerkam hati bagai mangsa
hingga puas
Dia..
Menjerumuskan sang binatang pada
lembah kebinasaan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar